Ngeh Politik

Entah karena apa, aku lebih concern berbicara masalah politik. Bicara tentang siapa yang pantas jadi pemimpin daerah atau propinsi ataupun presiden.


Diskusi tentang kepemimpinan bukan hanya jadi minatku, ada banyak diluar sana y lebih banyak lebih senang dibanding aku. Aku lihat forum keluarga alumni ploso para masyayih vulgar mengharap peran yang lebih besar didunia politik.


Untuk negara Indonesia yang sangat majemuk, menciptakan agama sebagai sebuah ideologi negara jelas tidak mudah. Dalam Islam, ada konsep masyarakat madani Rasulullah –dengan paradigma penafsiran Asghar Ali Engineer– dimana negara sebagai penyelenggara pemerintahan memberikan tempat bagi institusi-institusi keagamaan mengembangkan tradisi hukum masing-masing. Tradisi besar dan tradisi kecil masing-masing agama berkembang tanpa harus memberikan konsesi apapun. Apakah ini sebuah konsep “negara ideal” yang dicita-citakan Islam?


kennedy (Amerika) menghadap Tuhan dan memohon:
“Tuhan, berapa lama lagikah baru rakyatku berbahagia?”
“Lima puluh tahun lagi,” kata Tuhan.
Kennedy menangis, dan berlalu.
Charles De Gaulle (Perancis) menghadap Tuhan dan memohon,
“Tuhan, berapa lama lagikah baru rakyatku berbahagia?”
“Seratus tahun lagi,” jawab Tuhan.
De Gaulle menangis, dan berlalu.
Kruschev (Rusia) menghadap Tuhan dan memohon,
“Tuhan, berapa lama lagikah baru rakyatku berbahagia?”
Tuhan menangis, dan berlalu …..

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (politics) adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Pengambilan keputusan (decision making) mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi terhadap beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih. Sedangkan untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian (distribution) atau alokasi (allocation) dari sumber-sumber (resources) yang ada. Untuk bisa berperan aktif melaksanakan kebijakan-kebijakan itu, perlu dimiliki kekuasaan (power) dan kewenangan (authority) yang akan digunakan baik untuk membina kerjasama maupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses itu. Cara-cara yang digunakan dapat bersifat meyakinkan (persuasive) dan jika perlu bersifat paksaan (coercion). Tanpa unsur paksaan, kebijakan itu hanya merupakan perumusan keinginan (statement of intent) belaka.

Agama adalah rahmat bagi manusia. Tetapi ketika agama dipakai sebagai alat dan topeng politik, saya percaya “sekte politik” akan mudah dibuat. Yang menakutkkan adalah paradigma sekte selalu berlawanan dengan pikiran yang logis dan kritis. Dan jika semakin banyak orang yang tidak berpikiran logis dan kritis, maka masa depan sebuah Negara akan semakin terpuruk. Lebih parah lagi jika orang-orang yang berparadigma sekte ini memegang posisi di pemerintah, kebijakan-kebijakan yang diambil pada akhirnya hanya akan memenuhi nafsu birahi pemikiran2 yang menurut mereka benar.

Ketahanan nasional adalah keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan untuk memperkembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala ancaman baik yang datang dari luar maupun yang datang dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup Negara Indonesia.

Ketahanan nasional merupakan kodisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguahan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional,didalam menghadapi didalam menghadapi dan mengisi segala tantangan, ancaman ,hambatan, serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas,identitas , kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar perjuangan nasional.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PILKADA

INDO VWT, Pengalamanku